Kamis, 14 Maret 2013

Pada tahun 2013, Seluruh K/L Terapkan PMK Penyusutan Aset Tetap

Peraturan Menteri Keuangan No.1/PMK.06/2013 tentang Penyusutan Barang Milik
Negara yang berupa Aset Tetap pada entitas Pemerintah Pusat menjelaskan bahwa:
1.       Penyusutan aset tetap dilakukan untuk:
a.       menyajikan nilai Aset Tetap secara wajar sesuai dengan manfaat ekonomi  aset dalam laporan keuangan pemerintah pusat;
b.      mengetahui potensi BMN dengan memperkirakan sisa Masa Manfaat suatu BMN yang masih dapat diharapkan dapat diperoleh dalam beberapa tahun ke depan;
c.       memberikan bentuk pendekatan yang lebih sistematis dan logis dalam
menganggarkan belanja pemeliharaan atau belanja modal untuk mengganti atau menambah Aset Tetap yang sudah dimiliki.
2.       Dalam hal ini, BMN yang dapat memiliki objek penyusutan di antaranya adalah:
a.       gedung dan bangunan;
b.      peralatan dan mesin;
c.       jalan, irigasi, dan jaringan;
d.      Aset Tetap lainnya berupa Aset Tetap renovasi dan alat musik modern. (renovasi atas Aset Tetap bukan milik suatu satuan kerja atau satuan kerja pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan kapitalisasi Aset Tetap).
e.      Aset Tetap yang direklasifikasikan sebagai Aset Lainnya dalam neraca berupa Aset Kemitraan dengan Pihak Ketiga dan Aset Idle disusutkan sebagaimana layaknya Aset Tetap. 
3.       Penyusutan tidak dilakukan terhadap:
a.       Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber yang sah dan telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusannya.
·         direklasifikasi ke dalam Daftar Barang Hilang;
·         tidak dicantumkan dalam Laporan Barang Kuasa Pengguna, Laporan Barang Pengguna, LBMN, dan Neraca; dan
·         diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Barang dan Catatan atas Laporan  Keuangan. (Dalam hal keputusan penghapusan mengenai Aset Tetap yang hilang telah diterbitkan oleh Pengguna Barang, maka aset tersebut dihapus dari Daftar Barang Hilang)
b.      Aset Tetap dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan.
  •             direklasifikasi ke dalam Daftar Barang Rusak Berat;
  •             tidak dicantumkan dalam Laporan Barang Kuasa Pengguna, Laporan Barang  
                Pengguna, LBMN, dan Neraca; dan
  •             diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Barang dan Catatan atas Laporan   Keuangan. 
  Dalam hal Aset Tetap yang dinyatakan hilang dan sebelumnya telah  diusulkan
               penghapusannya kepada Pengelola Barang di kemudian hari ditemukan, maka
                terhadap Aset Tetap tersebut
                •             direklasifikasikan dari Daftar Barang Hilang ke akun Aset Tetap;
          •             disusutkan sebagaimana layaknya Aset Tetap.
               Selain itu, Aset Tetap yang telah di temukan tersebut :
              a.     Jika memiliki bukti kepemilikan, maka atas Aset Tetap tersebut perlu  dilakukan 
                   penilaian setelah Aset Tetap bersangkutan ditemukan kembali;
              b.    Jika tidak memiliki bukti kepemilikan, maka nilai akumulasi penyusutan atas Aset    
                   Tetap tersebut disajikan sebesar nilai akumulasi penyusutan saat sebelumdilakukan
                   reklasifikasi ke Daftar Barang Hilang dan akumulasi penyusutan selama periode 
                   di mana Aset Tetap bersangkutan dicatat pada Daftar Barang Hilang. 
4.    Nilai yang dapat disusutkan :
          a.      Nilai yang dapat disusutkan pertama kali merupakan nilai buku per 31 
                  Desember 2012 untuk Aset Tetap yang diperoleh sampai dengan 31 
                  Desember 2012.  (merupakan nilai yang tercatat dalam pembukuan) 
          b.     Untuk Aset Tetap yang diperoleh setelah 31 Desember 2012, nilai yang
                  dapat disusutkan  merupakan nilai perolehan. (Jika nilai perolehan tidak 
                  diketahui,  digunakan nilai wajar yang merupakan nilai estimasi) 
          c      Jika terjadi perubahan nilai Aset Tetap sebagai akibat penambahan atau
                  pengurangan kualitas dan/atau nilai Aset Tetap, maka penambahan atau           
                  pengurangan tersebut diperhitungkan  dalam nilai yang dapat disusutkan.
                  (meliputi penambahan dan pengurangan yang memenuhi kriteria 
                  sebagaimana diatur dalam Standar Akuntansi Pemerintahan) 
          d.     Jika terjadi perubahan nilai Aset Tetap akibat koreksi nilai Aset Tetap yang 
                  disebabkan oleh kesalahan dalam pencantuman nilai yang diketahui di
                  kemudian hari, maka dilakukan penyesuaian terhadap Penyusutan Aset 
                  Tetap tersebut yang meliputi penyesuaian atas: 
                   •             nilai yang dapat disusutkan; dan 
                   •             nilai akumulasi penyusutan 
         e.    Penentuan nilai yang dapat disusutkan dilakukan untuk setiap unit Aset Tetap 
                tanpa    ada  nilai  residu. (Nilai residu merupakan nilai buku suatu Aset Tetap 
                pada akhir Masa Manfaat)         
         f  .   Nilai yang dapat disusutkan didasarkan pada nilai buku semesteran dan tahunan, 
                kecuali untuk penyusutan pertama kali, didasarkan pada nilai buku akhir tahun 
                pembukuan sebelum diberlakukannya penyusutan. 
5.   Masa Manfaat : 
      a.   faktor prakiraan dalam penentuan Masa Manfaat Aset Tetap harus
            memperhatikan :
              daya pakai; dan
              tingkat keausan fisik dan/atau keusangan, dari Aset Tetap yang
               bersangkutan. 
      b.   Penetapan Masa Manfaat Aset Tetap pada awal penerapan penyusutan
            dilakukan sekurang-kurangnya untuk setiap kelompok Aset Tetap, sesuai     
            denga  peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
            kodefikasi BMN. 
     c.   Masa Manfaat Aset Tetap tidak dapat dilakukan perubahan, kecuali dalam 
           hal:
                 terjadi perubahan karakteristik fisik/penggunaan Aset Tetap;
                 terjadi perbaikan Aset Tetap yang menambah Masa Manfaat atau kapasitas  
                  manfaat; atau terdapat kekeliruan dalam penetapan Masa Manfaat Aset Tetap
                  yang baru  diketahui di kemudian hari.

        Metode Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus,yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset  Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.
         
        Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan pada tingkat Kuasa
Pengguna Barang, oleh unit pembantu penatausahaan, dalam hal dibentuk unit pembantu 
penatausahaan di lingkungan Kuasa Pengguna Barang

      Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu, dalam satuan mata uang Rupiah dengan pembulatan hingga satuan Rupiah terkecil.

      Penghitungan Penyusutan Aset Tetap dilakukan sejak diperolehnya Aset Tetap sampai dengan berakhirnya Masa Manfaat Aset Tetap. Pencatatan Penyusutan Aset Tetap dalam Neraca dilakukan sejak diperolehnya Aset Tetap sampai dengan Aset Tetap tersebut dihapuskan.

       Informasi mengenai Penyusutan Aset Tetap diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Barang dan Catatan atas Laporan Keuangan yang sekurang-kurangnya memuat: 
 a.  nilai penyusutan;
 b.  metode penyusutan yang digunakan;
 c.  Masa Manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan; dan
 d.  nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode.
  
  
FORMULA PENGHITUNGAN PENYUSUTAN BMN

Formula Metode Garis Lurus:

                                                 Nilai yang dapat disusutkan
Penyusutan per periode =  -----------------------------------------        
                                                          Masa Manfaat
 
               

1 komentar:

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
    sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
    kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
    Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
    1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
    melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
    dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
    saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
    kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
    penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
    dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
    minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
    buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
    Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
    sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
    agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur,
    saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik,
    jika ingin seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

    BalasHapus

Artikel Terkait: :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...